Kamis, 21 April 2011

Mereka Jalani Ritual Hisap Darah bak Vampir

Mereka Jalani Ritual Hisap Darah bak Vampir
Mengenakan taring keramik, mereka saling mengisap darah di leher bak vampir.
anggota komunitas vampir (the sun)

Ratusan orang dengan balutan busana serba hitam kerap terlihat berkumpul di tanah lapang di Inggris. Tampak seperti sekumpulan orang yang hendak menyaksikan festival rock, mereka ternyata komunitas 'vampir' yang bertemu untuk saling menghisap darah.

Mereka berkumpul setiap satu bulan sekali untuk minum darah langsung dari tubuh antaranggota. Gerakan bawah tanah pengisap darah ini telah mencapai 3.000 orang. 

Insinyur Pyretta Blaze, 24, mengatakan, acara kumpul-kumpul vampir bulanan itu diawasi kepala vampir yang dikenal dengan sebutan sesepuh. "Dari kecil saya merasa harus minum darah dan mengekspresikan diri sebagai vampir," katanya seperti dikutip dari laman The Sun.

"Saya berharap selalu bisa hadir dalam pertemuan tersebut, sehingga saya dapat menikmati segarnya darah sebagai cadangan untuk satu bulan ke depan,” ujarnya.

Para sesepuh yang mengenakan topeng biasanya menyembunyikan identitas mereka, juga memberikan pelajaran di mana dan bagaimana cara aman mengekstrak darah. "Para sesepuh mengajarkan kita bagaimana cara menghisap agar tidak meninggalkan luka parut.”

Baginya, bisa menikmati segarnya darah adalah pengalaman yang luar biasa. Ia bahkan merasa seperti benar-benar telah dilahirkan kembali dan merasa lebih bersemangat setelah menenggak darah.

Pyretta mengatakan bahwa orang-orang yang menghadiri pertemuan aneh tersebut telah melalui tes psikologi oleh para sesepuh. Ini dilakukan untuk mengontrol kondisi kesehatan mental dari para anggota. "Hidup sebagai vampir adalah sebuah komitmen yang serius."

"Para Sesepuh perlu mengetahui bahwa orang yang datang ke pertemuan ini bukan hanya anak-anak yang terobsesi pada film. Kami semua sangat serius menggeluti gaya hidup kami dan selalu melibatkan diri dalam ritual ini. Dan menjadi seorang vampir adalah komitmen seumur hidup.”

Menurutnya, banyak dari anggota vampir yang datang membawa teman yang telah berkomitmen bahwa mereka harus rela darahnya akan diminum. "Aku punya teman wanita dan saya menikmati darahnya dan dia pun senang memberikan darahnya,” katanya.

Menurutnya, darah yang dikonsumsi sangat aman, karena semua orang yang menghadiri ritual tersebut harus memiliki tes infeksi seksual menular, termasuk hepatitis dan HIV. Setiap ritual juga selalu melibatkan perawat atau dokter.

Sepanjang musim panas, para vampir selalu mengadakan pertemuan di tenda-tenda di lahan pertania. Di sana, ada tenda pembersihan untuk sterilisasi peralatan demi menjamin keselamatan pemakai. Peralatan yang dipakai antara lain pisau, silet dan gigi taring keramik yang biasa digunakan untuk mengisap darah.

Sementara selama musim dingin, ritual ini biasanya dilakukan di rumah milik bangsawan. "Sejumlah bangsawan di Inggris juga turut andil menjadi bagian dari kelompok ini."

Pyretta merasa bahwa dia memiliki hasrat untuk minum darah dari usia sepuluh tahun, ketika ia mulai membaca buku tentang ilmu sihir di perpustakaan setempat. "Saya memutuskan sihir adalah sesuatu yang ingin saya ikuti seumur hidup saya.”

Pyretta mengatakan, "Kami selalu menghisap darah terutama dari leher, dada, lengan bahu, atau kaki yang disedot menggunakan taring tajam untuk menghisap darah. Hal ini benar-benar membuat saya seperti vampir.”
VIVAnews

TONO vs TINI (Chapter 2)


#2.

 ‘Ton, lo ga kekampus lagi neh’’, si Udel masuk kekamar gue eh maksudnya kamar kita yang disekat pake kain item bekasan spanduk antara kasur si Udel dan kasur gue.
Gue geleng-geleng triping (ngga maksudnya)
Kenapa juga kamar disekat-sekat segala?
Hal tersebut dikarenakan kita sebagai pria yang yang memiliki sperma, punya hal-hal privasi seperti memproduksi sperma secara berlebih.
Dikosan dengan ukuran 4X6 m plus kamar mandi didalam, terdapat dua kasur buluk, budug dan busuk (ga pernah di jemur neh) dengan 1 komputer nangkring dimasing-masing samping kasur. Disudut kiri terdapat meja besar beserta alat-alat tempur memasak (gini-gini hobi kita masak) disampingnya terdapat TV 10 inci item putih peninggalan kakeknya si Udel.
Buat kita-kita mahasiswa yang selalu kere di setiap tanggalnya ini merupakan penghematan besar-besaran untuk tinggal satu kontrakan dengan membagi uang sewanya.
Si Udel temen satu kontrakan ma gue adalah seorang mahasiswa Psikologi tingkat 4 yang bercita-cita menjadi Psikiater untuk dirinya sendiri yang dirasa sudah agak tidak waras sejak masuk ke jurusan Psikologi Universitas Padjadjaran dan menjadi psikiater untuk kedua orangtuanya  yang gila matematika.
Kenapa gue bilang orang tua di Udel gila matematika?? karena Udel bukan nama sebenarnya adalah DELTA COSINUS.
Nama yang mematematika sekali bukan??
Yup benar, Udel lahir dari pasangan PROF. DOKTOR ilmu matematika yang sudah mengharumkan negeri ini dengan memberikan sumbangsih berupa nobel atas penelitiannya dibidang matematika dengan judul

“Analisis Bangun Segitiga yang Digunakan Sebagai Bentuk Lain Penggaris untuk menghitung lebarXtinggiXpanjang Suatu Bangun Ruang Segitiga Tidak Sama Sisi”

waktu gue denger ni judul, gue langsung kejang-kejang, kram perut, muntah busa dan akhirnya semaput.
‘Perhatian gejala ini mirip sama orang yang nelen detergen kena flu burung komplikasi sama epilepsi’.

            Baru Hari kelima gue udah enakan ingusnya, berasa agak manisan getoh.
Maksud gue udah ngga flu lagi.
Akhirnya hari ini hari Minggu tanggal 3 maret 2008 jam 12.00 siang, gue mandi setelah 5 hari ngga mandi-mandi dan ngga boker-boker. Andaikan gue presiden gue mau menetapkan tanggal ini sebagai hari nasional, mandi dan boker sampai puas.
Abis mandi gue sama Udel kewarung nasinya ibu Sumanti buat makan siang rapel makan pagi juga. Ibu Sumanti sebenernya baik hati, bersahaja dan suka banget pake kutang item nenek-nenek. Tapi sebenernya 1 pertanyaan gue sama Udel untuk si ibu, kenapa namanya Sumanti yah??? Ada 2 kemungkinan jawaban:
  1. Si ibu kakaknya sumanto yang kanibal itu. Curiganya sih sop daging buatan si ibu itu sop daging manusia, khusus daging paha sama pantat. Masalahnya gue pernah makan daging yang tengahnya bolong kaya pantat orang gitu. Ah tapi sebodo amat yang penting gue ngga tau dan enak dimakan. Sikat aja bro...
2.                  Ibunya si Ibu pengen aja namain anaknya Sumanti tanpa ada paksaan dari pihak berwajib sekalipun dan dengan hati ikhlas. Ngga kaya nyokap gue yang namain gue dengan berbagai pihak yang harus ditindak lanjuti.

Abis makan, gue kekandang, nama tempat gue usaha yogurt bareng anak-anak lainnya. Sedangkan si Udel Pulang mau ngelanjutin skripsinya yang judulnya emang dia banget dengan subyek yang diteliti bukan orang lain melainkan dirinya sendiri dengan memalsukan umur dan nama. Judulnya:

”Gambaran Psikis Anak Remaja Usia 15 tahun terhadap banyaknya peredaran Bluefilm
           
Sebenernya tu judul udah ditolak mentah-mentah sama dosen pembimbing karena tidak menyehatkan otak Udel yang emang udah ngga waras. Tapi ngga tau digimanain sidosen akhirnya luluh juga sama usul judul penelitian Udel. Kayanya sih si dosen disogok sama 1 lusin DVD bluefilm.
            Oia salah satu alesan gue hobi ketinggalan wisuda, gue punya bisnis menjanjikan dibidang peryogurtan. Gue dan temen-temen berhasil menemukan spesies baru yogurt dengan rasa tempe. Dan ini juga yang menjadikan gue akhirnya bisa nyusun skripsi juga sih. Judul skripsi gue ngga jauh-jauh sama yogurt, judulnya:

” Usaha Pembuatan Yogurt Rasa Tempe dari Susu Ibu”

            Complicated banget ga sih judulnya???__ HALAH-HALAH. Gue kira pemerintah pasti mau kasih penghargaan berupa nobel atas penelitian mahadahsyat gue. Cuma masalahnya ada ngga yah ibu-ibu yang rela tetenya diperes sampe menciut untuk diambil air susunya secara sukarela??
            Akhirnya judul tersebut ditolak dosen pembimbing dengan alasan yang ngga manusiawi itu. Dan gue putuskan untuk mengganti judulnya, meskipun judulnya hampir mirip tapi tak serupa.

“ Usaha Pembuatan Yogurt Rasa Tempe dari Susu Monyet Betina”

            Usaha demi usaha gue tempuh dari mulai mencari monyet-betina-tete-montok-ukuran-36-D (NB: 36 D ukuran monyet), bagaimana cara memeras susu dari monyet-betina-tete-montok-ukuran-36-D yang baik dan benar sesuai dengan perikemonyetan (untungnya gue cowok, kayanya tu monyet suka deh sama gue#%!@) sampai mengolah susu menjadi yogurt. Tau ngga sih rasa yogurt susu sapi rasa tempe sama yogurt susu monyet-betina-tete-montok-ukuran-36-D rasa tempe punya perbedaan. Menurut gue sih enakan yogurt susu monyet-betina-tete-montok-ukuran-36-D, soalnya rasanya mix banget ada asin, pait dan kecut sampe-sampe rasa tempenya ngga ada (cobain deh__ YAIXS).
Sampai saat ini gue cuma tinggal nunggu sidang yang selalu gue undur-undur waktunya. Tapi Kemaren-kemaren gue udah daftar sidang sih, rencananya hari rabu, 2 mingguan lagi gue sidang. Hiks… hiks… Gue sedih aja… (loh kok???) soalnya gue udah bunuh monyet-betina-tete-montok-ukuran-36-D, gara-gara dia menciut, dehidrasi, air susunya gue peres terus-terusan (Hikss..Hikss yang baca pasti terharu dong pada bagian ini??)
Dikandang gue cuma ngawasin produksi Yogurt (bukan dari susu monyet-betina-tete-montok -ukuran-36-D) susu sapi rasa tempe. Kadang-kadang kalo gue lagi ngga ada kerjaan gue nawar-nawarin yogurt buatan gue yang fenomenal, yogurt susu  monyet-betina-tete-montok-ukuran-36-D rasa tempe dengan khasiat peningkat libido pada pria dewasa. Banyak bapak-bapak yang udah mencoba, menjadi konsumen tetap yogurt gue. Beberapa petikan wawancara yang gue lakukan terhadap konsumen.

Gue : ‘bagaimana pendapat bapa tentang yogurt fenomenal ini?’
Konsumen: ‘Luar Biasa berkhasiat untuk bapak2 seperti saya yang baru kawin lagi sama seorang gadis berusia 20 tahun’
Gue: ‘ tolong jelaskan khasiat yang bapak rasakan setelah mengkonsumsi yogurt ini?’
Konsumen: ‘ saat itu istri pertama saya membelikan yogurt tempe montok rasa tete monyet apa gitu’ (si bapa pusing)
Gue: ‘yogurt dari susu monyet-betina-tete-montok-ukuran-36-D rasa tempe’ gue membenarkan kesalahan fatal itu.
Konsumen:’ iya.. ya itu.. setelah saya mencoba yogurt itu saya merasa saya seperti macan yang ingin kawin. terbukti dari malam sampai pagi saya tidak bisa tidur hahahaha…. Tapi keesokan harinya istri saya mengeluh tidak tahan terhadap cobaan yang menimpa rumah tangga kita (apa coba?) dan mengusulkan saya menikah lagi hari itu juga… hahahaha’
Gue: ‘ wah sedahsyat itukah khasiatnya’
Si bapak hanya tertawa lebar-lebar memperlihatkan barisan gigi-giginya yang sudah tidak utuh lagi alias ompong karena sudah uzur(ye… itu mah kakek-kakek).

TONO vs TINI (Chapter 1)



# 1. Tono Martono pasarrebo

Hatchimmm… hatchimm… sroot..srott…hatchim… WEEKK!!!
”dodol doangan… asin banget ni ingus…”. ingus gue ketelen dengan lancarnya masuk ketenggorokan gue dan sempat tercicip __ OHH YAIKZ!!!
Duh paling ga enak banget kalo gue flu, masalahnya seluruh aktivitas permandian, permakanan dan perbokeran jadi terhambat karenanya. Ya iyalah terhambat soalnya gara-gara flu gue jadi jarang mandi (rekor ga mandi2 mpe flu plus ingus sialan ini ilang dari tubuhku yang suci… YAIKS). Terus makan tak enak mati pun segan. Kayanya rasa gulai sapi dan eek sapi jadi sama rasanya. (Sumpah gue pernah nyoba terus ga ada rasa sama sekali boo).
Loh terus apa hubungannya jadi jarang boker??
Jelas ada banget hubungannya coba kamu bayangkan kalo kamu boker pasti udahannya cebok pake air kan?? Nah berhubung air didaerah bandung dan sekitarnya ini dinginnya dah kaya air-es-pake-es-batu-dimasukin-freezer (maunya sih ngebandingin ma kutub tapi apa daya tangan ku pendek jadi ga sampe, gue belom pernah tuh iseng ga pake baju jalan-jalan kekutub untuk merasakan sedingin apa sih udara dikutub kalo dibandingin ma air-es-pake-es-batu-dimasukin-freezer??) makanya gue jadi males boker dari pada gue boker ga cebok  and aroma nista jijay GEULEH itu semerbak kemana-mana mending gue tahan mpe ni flu ilang dari muka bumi (ya udah mati aja deh lo!!!).
Duh dah tiga hari ini badan terasa seperti dodol garut rasa Duren, lengket banget soalnya gue ga mandi-mandi mpe sekarang. Tapi emang anugrah dari sang Illahi atau mungkin gw punya kesaktian mandramonyong1 gue belum bau tuh kalo disamaain ma eek kucing __OOHH...
Oia lo pada belom tau yah siapa sih manusia ingusan dan tak pernah mandi ini. Ya itulah gue, seorang mahasiswa tingkat akhir BANGET (semester 10 gue hehehe...) yang lagi nyusun skripsi ga selesai-selesai sampe punya hobi ketinggalan wisuda dan sepertinya terancam menjadi salah satu fosil hewan difakultas peternakan Universitas Jatinangor .
Nama gue sebenernya Cuma satu, TONO MARTONO PASARREBO2
Diliat dari nama dah ketebak dong gue orang mana???
Yup benar gue orang BATAK tulen. Nyokap bokap plus dua adik gue si Marimar kelas 3 SMA dan Clara 3 SMP tinggal diMedan . Jadi gue orang sono (terus dimana nyambungnya antara nama yang ke Jawa-jawaan itu ma BATAKnya).
Jadi gini waktu nyokap ngelahirin gue 23 tahun yang lalu, secara bersamaan ada seorang ibu-ibu-orang-sunda juga yang mau melahirkan. Ngga tau sengaja udah direncanain nyokap gue sama ibu-ibu-orang-sunda itu atau emang udah takdir yang begitu memberatkan gue sampe punya nama kaya gini. Akhirnya berojollah dua orok yang tidak tahu menahu akan takdir yang akan menimpanya suatu hari.
Nyokap gue bingung saat ngeliat bayi yang berojol dari lobang ’TEEET’ (maaf disensor takut didemo MUI) itu laki-laki. Masalahnya saat usia kandungan 8 bulan ibu gue diUSG3 dan hasilnya 80% berkelamin perempuan (ko bisa salah ya?? Salah di alat atau gue emang sebenernya punya 2 kelamin yang satunya ternyata tersembunyi dibalik biji ’ade kecil’ gue???).
Nyokap gue udah jauh-jauh hari mempersiapkan nama yang indah, berikut adalah nama-nama yang seharusnya jadi nama gue (kalo gue cewe):
  1. Carla
singkatan tukang kebun & nama pembantu gue Karyo sama Lanti
  1. Marimar
gue curiga telenovela yang dibintangi sama Thalia ngambil hak paten nama cewe gue dulu untuk dijadiin judul telenovela dia.
  1. Tieny
Nama ini diambil dari nama almarhumah Ibu Tien, soalnya nyokap gue ngefans banget sama dia. Katanya sih biar dah gedenya gue (kalo cewe) dapet suami presiden__ HALAH...
  1. Mona
Nyokap gue namanya Moni, biar sama gitu, dasar ibu-ibu ga kreatif
  1. ’teet’
Dah ah ini ga layak dijadikan nama tidak sesuai dengan kode etik kesusilaan (Nah loh!!).
            Nyokap kebingungan nyariin nama yang tepat cocok dan bersahaja bagi bayi laki-laki yang tak berdosa ini.
Suatu hari nyokap terlibat percakapan serius dengan ibu-ibu-orang-sunda yang melahirkan bersamaan.
            ”Ibu, nama anaknya siapa?? Perempuan yah??”  kata nyokap gue antusias kebatak-batakan meskipun ’lobangnya- melebar-1-inci untuk ngeluarin gue.
            Ah kasian bokap...
            ”iya perempuan, tapi da teu acan dinamaan Soalnya dikirain teh lalaki. Nuju hamil, mitoha abdi teh bilang kalo orok abdi teh lalaki kusabab waktu hamil abdi teh ngidam nyepeungan terong” si ibu menjelaskan.
            ’ohh..’ nyokap manggut-manggut ga ngerti apa yang diomongin si ibu ’tapi belom dikasih nama kan bu??’ Nyokap masih antusias batakisme.
            Mungkin si ibu orang sunda itu ngira ni ibu-ibu nyolot banget nanyain nama anaknya kaya minta tawuran antar gank mafia dengan ketuanya seorang ibu-ibu abis melahirkan yang lobangnya-melebar-1-inci
            Kasihan suaminya...
            ”iya bu” takut-takut si ibu orang sunda itu mengiyakan. ’duh kemaren mimpi apa ya saya bisa sekamar ma ibu-ibu nyolot’ umpat si ibu orang sunda itu dalam hati ’oh iya mimpi dipipisin kakek-kakek harot’ batinnya lagi (jaka sembung bawa golok, ga nyambung...GOBLOK)
            ”iya, ini saya punya anak juga belum kasih nama, BINGUNG saya” saat nyokap ngomong bingung kepalanya kejedot saat ingin bangun dari tempat tidurnya. Nyokap gue nahan sakit ’sialan BAH’ umpatnya dalam hati
            ’aduh iyeu mah teu waras, kumaha atuh’ si ibu orang sunda ketakutan dan mengambil popok bayi yang masih ada empupnya sebagai alat kalo-kalo ada marabahaya dari nyokap gue, lumayan bisa nyumpel mulutnya pake ni popok berempup.
            ”oh iya kenalin saya Moni dari batak bah” nyokap menjulurkan tangannya yang perkasa (wanita Batak itu perkasa banget loh)
            ”iiiya saya neneng dari bandung”, ibu neneng menjulurkan tangannya yang masih memegang popok berempup.
            ’Loh ini apa bah?’ nyokap memperhatikan seekor popok tergenggam ditangannya ”oh... ta mungkin itu popok berempup” nyokap shock dengan ekspresi tercengang,mata nanar dan sedikit ingusan.
1 : mas mandra maaf ya mengekploitasi kemonyongmu. Piss lah...
2 : Sst... dilarang ketawa itu nama udah dibubur merahin tau
3 : itu loh USG buat ngeliat jenis kelamin bayi
 
            ”oh iyeu popok anak abdi nu can diseuseuh ti kamari, maklum anak kahiji bawaanya kangen aja” Dia mendekap popok itu erat-erat. Terlihat e’e bayi kuning yang meresap dipopoknya___HUEKZZ
            ”ohh” nyokap gue mengerang keenakan ga ngerti (ih apa coba?) dan buru-buru tangannya ditarik lagi sebelum dijabat oleh tangan yang ternodai e’e bayi.
            Dari hari kehari mereka (nyokap gue dan ibu Neneng) semakin dekat layaknya pasangan sesama jenis yang telah melupakan nikmatnya ’TERONG’.
Sampai hari terakhir mereka dirumah sakit dan harus pulang kekandang masing-masing, mereka sepakat memberi nama anaknya masing-masing dengan nama yang hampir mirip. Nama-nama tersebut dipertimbangkan atas dasar bokap gue anTON jadinya nama gue TONO MARTONO PASARREBO. Kenapa juga ngga Toni aja kan lebih okeh...nasip-nasip huftt.. T_T
Dasar....
Anaknya ibu Neneng diberi nama TINI MARTINI NON PASARREBO atas dasar mereka berdua ngefans berat sama almarhumah ibu Tien (itu loh calon nama gue ‘kalo cewe’ yang no.4). sedangkan Martini diambil dari Mitohanya (mertua. red) Ibu Neneng. Alhasil nyokap gue juga ikut-ikutan namain gue Martono. Katanya sih biar matching getoooh.
Kalo Sipasarrebo marga keluarga gue. Nah berhubung si Tini bukan orang batak jadi dia ditambahkan NON didepannya.